RINGKASAN SINGKAT DARI BUKU SAPIENS



 

  

RINGKASAN DARI BUKU SAPIENS

Sapiens, Sejarah Singkat Umat Manusia

Oleh: Yuval Noah Harari (2014)

 

Ø Bagian Satu -- Revolusi Kognitif

Sekitar 13,5 miliar tahun lalu, materi, energi, waktu dan ruang hadir melalui Dentuman Besar (Big Bang). Sekitar 300.000 tahun setelahnya, materi dan energi mulai menyatu membentuk struktur yang kompleks, yang dinamai atom, yang lalu berkombinasi membentuk molekul.

Sekitar 3,8 miliar tahun lalu, di planet bernama Bumi, molekul-molekul tertentu membentuk struktur besar dan rumit yang dinamai organisme. Sekitar 70.000 tahun lalu, organisme menjadi bagian dari spesies Homo sapiens, membentuk struktur yang dinamai kebudayaan. Perkembangan selanjutnya dari kebudayaan manusia itu dinamai sejarah.

Tiga revolusi penting membentuk jalannya sejarah: Revolusi Kognitif memulai sejarah 70.000 tahun lalu. Revolusi Pertanian mempercepatnya sekitar 12.000 tahun lalu. Revolusi Ilmiah, yang baru berlangsung 500 tahun lalu. Sudah ada manusia lama sebelum sejarah itu. Namun, binatang yang mirip manusia modern baru muncul 2,5 juta tahun lalu. Manusia prasejarah adalah binatang yang tidak punya arti penting dan tidak memberi dampak terhadap lingkungan melebihi binatang lain.

Homo sapiens hanyalah bagian dari keluarga kera-kera besar. Kerabat terdekat kita yang masih hidup adalah chimpanzee, gorila, dan orang-utan. Sekitar 6 juta tahun lalu, seekor induk kera tunggal melahirkan dua anak betina. Yang pertama jadi nenek moyang seluruh chimpanzee, dan yang kedua jadi nenek moyang manusia.

SAPIENS sendiri merujuk pada spesies. Dalam klasifikasinya, sapiens berkerabat dengan spesies dari sesama genus manusia (homo) seperti neanderthal, erectus, soloensis, dll. Sapiens merupakan spesies yang mengalami revolusi kognitif lebih cepat daripada spesies lain. Itulah mengapa revolusi ini berperan menjadikan mereka penakluk belahan-belahan bumi di luar Afro-Asia dalam waktu yang relatif singkat (70 ribu tahun).

Mulai 70.000 tahun lalu, Homo sapiens mulai melakukan hal-hal spesial. Mereka mulai meninggalkan Afrika dan mencapai Eropa dan Asia Timur. Sekitar 45.000 tahun lalu, mereka melintasi laut dan mendarat di Australia. Periode antara 70.000 dan 30.000 tahun lalu menjadi saksi penemuan kapal, lampu minyak, anak panah dan busurnya, dan jarum.

Hal ini diyakini sebagai bukti Revolusi Kognitif. Penyebab revolusi ini tidak diketahui. Berkat ini, Homo sapiens mulai mengenal komunikasi lewat bahasa. Legenda, mitos, dewa, dan agama, muncul dengan Revolusi Kognitif. Mereka juga mulai membentuk ikatan-ikatan yang lebih besar, dan dengan itu bisa bekerja sama membangun kota, peradaban, dan negara.Masa-masa awal mereka adalah sebagai pemburu-pengumpul. Dengan teknologi yang sangat sederhana. Dibandingkan makhluk hidup lain yang relatif lebih besar, ganas, atau lebih cepat, sapiens memiliki keunggulan menjinakkan dan memanfaatkan api.

Api adalah terobosan yang membuat mereka bertahan dari serangan hewan buas, berguna untuk memasak, menghangatkan diri di musim dingin, bahkan simbol kekuasaan.

Kalau membayangkan bumi 70 ribu tahun yang lalu, kita mungkin takjub bagaimana daratan dan lautan yang sedemikian luas kemudian berhasil kita kuasai. Manusia bisa survive sementara mamoth, dinosaurus, atau hewan-hewan lainnya terpaksa harus berevolusi bahkan punah. Homo sapiens adalah hewan buas yang tidak pernah puas.

APA yang membuat sapiens kuat dan efektif menguasi bumi dibanding saudaranya neanderthal atau homo erectus adalah ikatan kebersamaan. Mereka merumuskan mitos-mitos kuno dan modern yang kemudian menjadi legitimasi dalam meraih impian secara komunal. Impian yang sebetulnya masih diangan-angan.

Mitos-mitos ini oleh Harari antara lain adalah tentang keberadaan dewa-dewa, hak asasi, kemerdekaan, keseteraan, komunisme, kapitalisme, feminisme, dll. Kekuatan mitos-mitos inilah yang menggerakkan tekad manusia beradad-abad lamanya untuk tetap secara tidak sadar bersepakat mempertahankan kerja sama.

 

Ø Bagian Dua -- Revolusi Agrikultur

PADA masa 10 ribu tahun yang lalu, sapiens telah memasuki periode Revolusi Pertanian. Mereka meninggalkan kegiatan berburu dan mulai mengenal teknik pertanian. Mereka mulai berternak dan membangun desa.

Revolusi pertanian ditandai dengan berubahnya gaya hidup nomaden menjadi menetap. Manusia merasa menetap lebih menguntungkan karena semua lebih bisa diatur untuk kepentingannya, bahkan alam bisa didomestikasi.

istilah 'domestikasi' itu sendiri artinya 'di dalam rumah'. Jadi, ketika kita memelihara tanaman pertanian (gandum, padi, kentang, jagung) dan mencurahkan seluruh tenaga dan waktu kita untuk merawat tanaman tersebut, maka pada dasarnya yang didomestikasi adalah kita (yang ada di dalam rumah), bukan tanaman itu sendiri (yang berada di luar rumah). 

Evolusi Pertanian adalah peristiwa paling kontroversial dalam sejarah. Ada yang mengklaim, ini menetapkan manusia di jalan menuju kemakmuran dan kemajuan. Yang lain berpendapat, ini adalah jalan menuju kebinasaan. Mereka menyatakan, ini adalah titik balik di mana Sapiens mencampakkan simbiosisnya yang paling akrab dengan alam, dan berlari menuju ketamakan dan keterasingan. Arah manapun yang terjadi, tak ada jalan untuk mundur.

Pertanian memungkinkan populasi untuk meningkat begitu radikal dan cepat, sehingga tak ada masyarakat pertanian kompleks yang mampu kembali melangsungkan kehidupannya dengan cara berburu dan meramu.

Sementara ruang pertanian menyusut, waktu pertanian meluas. Revolusi Pertanian membuat masa depan jauh lebih penting dari sebelumnya. Petani harus selalu memikirkan masa depan dan bekerja sesuai dengan perkiraan siklus cuaca. Ekonomi pertanian didasarkan pada siklus produksi musiman.Pada masa modern, apa yang diwariskan oleh Revolusi Pertanian adalah keterikatan dan ketergantungan manusia pada sumber daya pencaharian. Rasa aman yang harus membuat mereka terbeban pada produk lembaga keuangan, asuransi kesehatan, dan sekuritas. Manusia modern di negara industrialis tidak bebas dan harus siap dengan ancaman apa saja dari efek global pasar modal yang mempengaruhi fluktuasi hidupnya.

Manusia dalam jumlah sangat besar disatukan lewat imajinasi yang sama, dan hanya lewat hal itu kerjasama dalam skala besar dimungkinkan. Kerajaan, negara, gereja, dan jejaring perdagangan bisa ada karena kerjasama manusia lewat imajinasi yang sama.

Tekanan evolusi membuat otak manusia menyesuaikan diri untuk menyimpan banyak informasi tentang alam dan sosial. Namun, ketika masyarakat yang kompleks muncul menjelang Revolusi Pertanian, ada jenis baru data yang vital: angka. Seperti data populasi, utang, jual beli, pajak, dan sebagainya.

Otak manusia tidak sanggup menghimpun data angka yang begitu besar, sehingga mereka akhirnya menemukan cara menyimpan data di luar otak. Penyimpanan dan pemrosesan data di luar otak itu dinamakan “penulisan.”

Munculnya jejaring-jejaring massa bagi banyak pihak adalah rahmat yang menimbulkan keraguan. Tatanan terbayang yang memelihara jejaring-jejaring ini ternyata tidaklah netral atau adil. Mereka seolah membagi orang ke dalam kelompok-kelompok, yang diatur dalam hirarki. Bagian atas menikmati keistimewaan dan kekuasaan, sedangkan bagian bawah menderita diskriminasi sampai penindasan.

Perbedaan antara orang bebas dan budak, antara kulit hitam dan putih, antara kaya dan miskin, berakar pada fiksi. Perbedaan derajat antara perempuan (feminin) dan laki-laki (maskulin) juga berakar pada fiksi. Walaupun begitu, setiap hirarki terbayang mengingkari asal-usul fiksinya, dan mengklaim bahwa keberadaannya bersifat alamiah dan tak terhindarkan

Semua masyarakat didasarkan pada hirarki-hirarki terbayang, namun tidak harus dengan hirarki yang sama. Masyarakat tradisional India mengklasifikasikan orang berdasarkan kasta, masyarakat Ottoman berdasarkan agama, dan masyarakat Amerika berdasarkan ras.

Hirarki menjalankan fungsi penting. Mereka memungkinkan orang asing untuk mengetahui bagaimana cara memperlakukan satu sama lain tanpa banyak membuang waktu dan energi, yang dibutuhkan untuk menjadi terlibat secara personal.

 

Ø Bagian Ketiga -- Penyatuan Manusia

SEIRING perkembangannya, sapiens mulai menyadari bagaimana menghubungkan dan menyatukan diri mereka di berbagai belahan bumi. Bagaimana “membahasakan” dengan pemahaman yang sama ketika terjadi perniagaan. Apa tools kepercayaan yang harus digunakan ketika jumlah manusia semakin banyak.

Uang, imperium, dan agama adalah 3 hal yang dipercaya menjadi instrumen penyatuan umat manusia.

Uang adalah bahasa universal dan terpercaya produk asli manusia. Uang memberi kenyamanan seseorang berniaga dengan bangsa lain tanpa takut tertipu karena raja memberikan jaminannya lewat maklumat yang tertera di setiap koin. Uang menjadi bahasa kesepakatan yang menyatukan sapiens, terlepas dari pandangan politik, agama, atau ras. Filsuf Voltaire mengatakan semua agama akan sama saja dihadapan uang.

Awalnya ekonomi manusia menggunakan kewajiban saling bantu dan sistem barter. Namun saling bantu hanya cocok untuk kelompok kecil. Sedangkan barter hanya efektif untuk pertukaran produk yang cakupannya terbatas. Ia tidak bisa menjadi basis bagi ekonomi yang kompleks.

Uang diciptakan banyak kali di banyak tempat. Pengembangannya murni merupakan revolusi mental. Ia melibatkan realitas inter-subyektif yang eksis semata-mata dalam imajinasi manusia. Uang tidak harus berarti koin atau uang kertas. Uang adalah segala sesuatu yang orang bersedia menggunakan, untuk secara sistematis mewakili nilai dari hal-hal lain, untuk pertukaran barang dan jasa.

Uang memungkinkan orang secara mudah dan cepat membandingkan nilai dan komoditi-komoditi yang berbeda. Maka uang menjadi medium universal untuk pertukaran, yang memungkinkan orang mengkonversikan hampir segala sesuatu menjadi hampir segala sesuatu yang lain. Tanpa uang, jejaring komersial dan pasar akan tetap terbatas cakupan, kompleksitas, dan dinamismenya.

Kekuasaan melahirkan imperium-imperium yang memerintah bangsa-bangsa di dunia. Visi penyatuan manusia adalah penaklukan manusia lainnya dan melanggengkan penindasan budaya mayor terhadap budaya minor. Yang minor tergerus dan lama-lama punah. Kini praktik budaya-budaya modern bisa dibilang bukanlah budaya asli, karena sudah tercampur dengan kebudayaan hasil imperium yang pernah berkuasa pada masa itu.

Imperium adalah tatanan politik dengan dua ciri penting. Pertama, ia harus berkuasa atas sejumlah signifikan orang yang berbeda-beda, yang memiliki identitas kultural berbeda dan wilayah yang terpisah. Kedua, imperium memiliki perbatasan yang luwes dan citarasa yang secara potensial tak terbatas. Ia dapat mencaplok lebih banyak bangsa dan wilayah tanpa mengubah struktur dasar atau identitasnya.

 

Berkat keragaman kultural dan keluwesan wilayah, imperium bisa menyatukan berbagai kelompok etnis dan zona ekologis di bawah satu payung politik, dan karena itu menyatukan segmen-segmen yang semakin besar dari spesies manusia dan planet Bumi.

Imperium adalah bentuk paling umum dari organisasi politik di dunia dalam 2.500 tahun terakhir, juga bentuk pemerintahan yang paling stabil. Kehancuran sebuah imperium bukan berarti kemerdekaan bagi rakyat di bawah kekuasaannya. Namun, imperium baru masuk mengisi kekosongan yang tercipta, ketika imperium lama runtuh atau mundur.

Membangun dan mempertahankan sebuah imperium menuntut pembantaian dan penindasan. Ini bukan berarti bahwa imperium tidak meninggalkan apa-apa yang bernilai. Mengingkari semua warisan imperium sama juga dengan menolak sebagian besar budaya manusia. Elite imperium menggunakan profit dari penaklukan bukan cuma untuk membiayai angkatan bersenjata, tetapi juga filsafat, seni, keadilan, dan karitas.

Sementara agama menjadi instrumen penyatuan karena kepercayaan manusia terhadap banyak tuhan (politeis) atau satu tuhan (monoteis). Formula dakwah menjadi alat yang menjangkau manusia-manusia untuk bersama-sama menyembah Tuhan yang sama. Walaupun tidak jarang dalam praktik dakwahnya dilakukan dengan jalan kekerasan.

Saat ini agama sering dipandang sebagai sumber diskriminasi, perselisihan dan perpecahan. Namun faktanya, agama telah menjadi kekuatan penyatu terbesar ketiga bagi umat manusia, selain uang dan imperium. Mengingat semua tatanan sosial dan hirarki itu terbayang, mereka semua rapuh. Makin besar masyarakatnya, tatanan dan hirarki itu makin rapuh. Peran historis krusial agama adalah memberi legitimasi superhuman (melampaui manusia) ke struktur-struktur yang rapuh itu.


Ø Bagian Keempat -- Revolusi Saintifik

REVOLUSI lain yang penting dalam periodeisasi sapiens adalah sains. Sains menjelaskan ketidaktahuan yang dialami manusia. Ia memberi pintu bertanya dan mencari jawaban yang sebelumnya selalu mandek ditemukan terbatas kitab suci.

Ada pertumbuhan fenomenal dalam kekuasaan manusia. Pada tahun 1500, ada sekitar 500 juta Homo sapiens di seluruh dunia. Kini ada 7 miliar. Setiap bank besar hari ini menyimpan uang lebih besar dari gabungan seluruh kerajaan pramodern dunia. Pendaratan manusia di bulan pada 1969 bukan hanya pencapaian bersejarah, tetapi prestasi evolusioner dan bahkan kosmik.

Lingkaran sains, imperium, dan kapital tampaknya menjadi mesin utama sejarah selama 500 tahun terakhir. Eropa mengembangkan potensinya di periode modern awal, yang memungkinkannya mendominasi penghujung dunia modern. Potensi itu adalah kapitalisme dan sains modern. Orang Eropa terbiasa berpikir dan berperilaku secara ilmiah dan kapitalis, bahkan sebelum memiliki keunggulan teknologi yang signifikan.

Revolusi sains memungkinkan sapiens menerima kebenaran, ilmu, dan penemuan baru. Ia pun memunculkan bahasa baru: matematika. Bahasa matematika Newton telah mendorong penemuan dan teori baru di berbagai bidang, tidak hanya fisika.

Ketika tambang emas teknologi dimulai, orang Eropa dapat memanfaatkannya jauh lebih baik dari yang lain. Maka bukan kebetulan, sains dan kapitalisme menjadi warisan terpenting imperialisme Eropa pada dunia pasca-Eropa di abad ke-21. Sains modern berkembang berkat imperium Eropa, walau kini bukan lagi monopoli Eropa.

Penemuan benua Amerika adalah peristiwa mendasar dalam Revolusi Ilmiah. Hal ini bukan cuma mengajarkan orang Eropa untuk mendukung observasi baru dibandingkan tradisi-tradisi masa lalu. Namun hasrat untuk menaklukkan Amerika juga mewajibkan orang Eropa untuk mencari pengetahuan baru sesegera mungkin.

Pondasi kekuatan Eropa sejak 1850 adalah kapitalisme dan sains. Dibanding negara-negara Timur atau kekhalifahan muslim, bangsa Eropa mengawinkan sains dan imperium. Itulah sebabnya setelah tahun 1850, Eropa menjadi role model imperium dengan warisannya imperialisme.

Di balik kebangkitan sains dan imperium, terdapat satu kekuatan penting: kapitalisme. Uang sangat penting untuk membangun imperium dan mempromosikan sains. Untuk memahami sejarah ekonomi modern, kita perlu memahami “pertumbuhan.” Baik atau buruk, ekonomi modern terus tumbuh.

Yang membuat bank-bank dan keseluruhan ekonomi bisa bertahan dan berkembang adalah kepercayaan pada masa depan. Orang sepakat menghadirkan barang-barang imajiner yang tidak eksis di masa kini, dengan uang jenis khusus yang dinamai “kredit.” Kredit memungkinkan membangun masa kini dengan biaya di masa depan. Asumsinya, sumber daya masa depan pasti lebih berlimpah dibandingkan sumber daya masa kini.

Revolusi Ilmiah dan gagasan kemajuan menimbulkan perubahan. Gagasan kemajuan dibangun di atas pengakuan akan ketidaktahuan kita dan penginvestasian sumber daya di riset. Siapa pun yang percaya pada kemajuan yakin bahwa temuan geografis, penemuan teknologi, dan perkembangan orgnisasional dapat meningkatkan jumlah total produksi manusia, perdagangan, dan kemakmuran.

MOMEN penting dalam dunia kapital adalah penemuan mesin uap. Sejak saat itu, ilmuwan dan produsen berlomba menciptakan sarana dan mekanisasi meningkatkan hasil industri. Moment yang kita kenal dengan Revolusi Industri.

Revolusi Industri mendorong tingginya pemanfaatan, eksplorasi, dan alih fungsi energi. Tenaga manusia digantikan mesin yang lebih efisien. Hasilnya supply > demand. Banyak barang yang butuh pembeli. Di sinilah muncul term konsumerisme. Produsen yang tak mau rugi berusaha memasarkan produk dengan beragam trik. Akibatnya, orang membeli barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.

Sementara ekonomi menengah/rendah condong membeli barang yang sebenarnya tidak perlu, orang-orang kaya malah rajin berinvestasi (kesehatan, pendidikan, gaya hidup sehat). Akibatnya, salah satu masalah selain jurang kesenjangan adalah tumbuhnya gejala obesitas di kalangan menengah-rendah.

 

Ø Penutup -- Hewan yang menjadi Tuhan

Kemana tujuan Homo sapiens? Manusia telah bergerak dari kebutuhan untuk bertahan hidup hingga menjadi keinginan untuk menguasai hidup itu sendiri. 

Keinginan untuk dapat hidup selamanya mulai muncul dan menjadi tujuan yang kadang tidak disadari manusia, namun nyatanya diinginkan dan dikejar.

Tujuh puluh ribu tahun lalu, Homo sapiens hanyalah binatang yang tidak penting, yang hanya memikirkan urusannya sendiri di pojok Afrika. Seribu tahun kemudian ia mengubah dirinya menjadi tuan bagi seluruh planet dan teror bagi ekosistem. Hari ini, ia berada di ambang menjadi Tuhan, yang punya kemampuan ilahiah untuk menciptakan dan menghancurkan.

Sayangnya, sejauh ini sangat sedikit dari yang dihasilkan rezim Sapiens di bumi yang bisa dibanggakan. Peningkatan kekuasaan manusia tidak lantas meningkatkan kesejahteraan Sapiens secara individual dan mengurangi jumlah penderitaan di dunia. Biasanya ia malah menciptakan penderitaan yang besar bagi binatang-binatang lain. Manusia tampak semakin tidak bertanggung jawab. Meski dengan hal-hal menakjubkan yang bisa dilakukannya, manusia tetap tidak tahu ke mana ia mau menuju.

Sampai di bagian akhir buku ini tetap menarik untuk dibaca. Lanjutan dari Sapiens yang berjudul Homo Deus oleh pengarang yang sama juga merupakan kelanjutan dari Sapiens yang lebih berfokus ke usaha-usaha manusia untuk menjadi 'Dewa'.  


Tulisan ini dibuat untuk nilai Mid Semester saya di Universitas Sam Ratulangi Manado 

Nama: Antaresta Lamatoa

NIM: 20091102098

Fakultas: Ilmu Budaya

Jurusan: Sastra Inggris

Komentar

Posting Komentar